Kelemahan atau Kekurangan Hidroponik Bagi Konsumen dan Produsen


Sayur hidroponik cukup digemari oleh banyak masyarakat. Sistem pertanian modern ini diharapkan mampu menunjang masa depan pertanian di Indonesia. Diharapkan dengan adanya sistem ini, mampu mencukupi kebutuhan pangan di Indonesia. Akan tetapi dalam sistem hidroponik ini masih memerlukan pengembangan lagi agar hasil dari sistem hidroponik di Indonesia memiliki kualitas dan kuantitas yang lebih baik lagi. Selain itu sistem hidroponik ini juga masih memiliki kelemahan atau kekurangan yang harus di perhatikan dan segera diatasi. 

Berikut kekurangan atau kelemahan dari sistem hidroponik bagi konsumen :
1. Harga lebih mahal
Sayur hidroponik dipasaran memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan sayur konvensional. Hal ini diakibatkan oleh kualitas sayur hidroponik yang dianggap lebih baik dari sayur konvensional.
2. Susah didapat di pasar
Sayur hidroponik cenderung susah didapatkan di pasar tradisional, hal ini dibuktikan bahwa sayur-sayur hidroponik hanya bisa didapatkan di pusat perbelanjaan di kota-kota tertentu. Selain itu peningkatan jumlah peminat sayur hidroponik yang tinggi mengakibatkan jumlah ketersediaan sayur hidroponik di pasar tidak sebanding dengan jumlah kebutuhan nya. 
3. Dll

Kekurangan atau kelemahan sebagai produsen atau petani hidroponik adalah :
1. Membutuhkan modal yang cukup besar
Untuk skala besar, petani sayur hidroponik membutuhkan modal yang cukup besar untuk memasang instalasi, green house, perlengkapan perawatan dll. Perlengkapan perawatan yang dimaksud disini adalah seperti alat ukur PH meter, TDS, dll.
2. Masih adanya resiko terkena hama dan penyakit
Walaupun tanaman hidroponik memiliki resiko yang lebih kecil untuk terkena hama, akan tetapi tidak menutup kemungkinan tanaman hidroponik masih bisa terkena atau terserang hama dan penyakit.
3. Mengontrol atau melakukan pengecekan air secara berkala
Pengontrolan ketersediaan air, kandungan nutrisi dalam air, derajat keasaman air dll harus dilakukan secara berkala. Hal ini dikarenakan air merupakan media tumbuh tanaman hidroponik dan menjadi salah satu kunci untuk menghasilkan sayur hidroponik yang berkualitas.
4. Memastikan lingkungan bersih
Lingkungan yang bersih juga menjadi salah satu kunci keberhasilan untuk meminimalisir tanaman terserang hama maupun penyakit. Hal ini bisa dilakukan dengan cara membersihkan gulma di daerah penanaman atau di dalam greenhouse.
5. Dll

Demikian beberapa kelemahan dan kekurangan dari sistem hidroponik. Sistem hidroponik di Indonesia masih perlu ditingkatkan dan dikembangkan lebih lanjut agar Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pasar serta mampu untuk mandiri pangan.
Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Kelemahan atau Kekurangan Hidroponik Bagi Konsumen dan Produsen"