Perawatan pada hidroponik cukuplah mudah, dimana cukup memastikan kandungan nutrisi dan derajat keasaman pada air. Selain itu memeriksa penyakit atau hama yang terdapat pada tanaman. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan pada perawatan hidroponik :
1. Kandungan Nutrisi
Pada pengecekan kandungan nutrisi pada tanaman kita memerlukan alat yang disebut TDS (Total Dissolved Solids). Alat ini akan mengukur kandungan nutrisi pada air dengan satuan ppm. Pada setiap tanaman memerlukan nutrisi yang berbeda-beda. Oleh karena itu pengecekan ini bertujuan untuk memastikan tanaman mendapatkan nutrisi sesuai kebutuhan nya.
2. Derajat Keasaman
Selain nutrisi, derajat keasaman juga perlu diperhatikan dimana derajat keasaman ini mampu mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Pada umumnya tanaman membutuhkan derajat keasaman berkisar 5,5. Untuk mengukur derajat keasaman ini bisa menggunakan alat yang disebut dengan PH meter.
3. Pemeriksaan penyakit dan Hama pada Tanaman
Pada pemeriksaan ini, setiap tanaman yang terjangkit penyakit sebaiknya segera dipisahkan dengan tanaman lainnya. Hal ini bertujuan agar tanaman lain tidak tertular dengan tanaman yang terkena penyakit. Sedangkan kasus hama pada tanaman, yang sering kita jumpai seperti ulat, kutu daun, dan lain lain. pada hidroponik, pengendalian hama kebanyakan dilakukan dengan cara manual atau dengan penyemprotan hama menggunakan pestisida nabati yang tidak berbahaya. Pada umumnya pengendalian hama secara manual bisa dilakukan dengan cara pembuatan jebakan seperti yellow trap, dan lain lain.
4. Suhu / Temperatur
Suhu atau temperatur pada air maupun tempat penanaman juga perlu diperhatikan. Tanaman tidak mampu bertahan pada suhu tinggi maupun terlalu rendah. Suhu pada lingkungan bisa mempengaruhi kelembapan dimana hal ini mampu memicu adanya penyakit pada tanaman.
5. Kebersihan Lingkungan
Kebersihan lingkungan juga perlu diperhatikan, hal ini juga bertujuan sebagai salah satu cara untuk meminimalkan penyebab penyakit dan adanya hama.
0 Komentar untuk "Perawatan Hidroponik"